![]() |
| Presiden Jokowi didampingi Ketua KWI Mgr. Suharyo bersiap menyampaikan keterangan pers, di Kantor Pusat KWI, Jakarta, Jumat (24/8) pagi. (Foto: Jay/Humas) |
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet
(Seskab) Pramono Anung melakukan silaturahmi dengan presidium Konferensi
Waligereja Indonesia (KWI) yang dipimpin ketuanya Mgr. Ignatius
Suharyo, di kantor KWI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/8)
pagi.
Kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan
disambut langsung oleh Mgr. Suharyo beserta para uskup yang tergabung
dalam KWI, dan kemudian melakukan pertemuan tertutup.
“Di dalam pertemuan, saya menyampaikan
mengenai yang berkaitan dengan Pancasila, dengan keragaman, perbedaan,
agama, suku, adat, tradisi yang terus harus kita rawat, kita jaga
persaudaraan kita, kerukunan kita, persatuan kita,” kata Presiden Jokowi
kepada wartawan usai pertemuan.
Selain itu, lanjut Presiden Jokowi,
dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan beberapa hal yang berkaitan
dengan isu-isu di daerah.
Khusus terkait vonis 18 bulan kepada
Melliana oleh Pengadilan Negeri Medan, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa
dirinya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan wilayah
hukum di pengadilan.
“Ya saya saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan di wilayah hukum pengadilan,” tegas Presiden Jokowi.
Presiden juga menegaskan jika
kunjungannya ke KWI, yang rencananya akan dilanjutkan dengan kunjungan
ke Persekutan Gereja-Geraja di Indonesia (PGI), sore ini, tidak ada
urusannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Kita berbicara tadi kan sudah saya
sampaikan, berbicara mengenai Pancasila, mengenai keragaman dan
perbedaan-perbedaan,” ucap Presiden Jokowi. (FID/ES)
Temui Presidium KWI, Presiden Jokowi Mengaku Membicarakan Pancasila dan Keragaman
Reviewed by Lekry
on
Agustus 25, 2018
Rating:
Reviewed by Lekry
on
Agustus 25, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: