Periode Jokowi – sebuah cerita proses detoksifikasi

Januari 08, 2019


Oleh : Muhammad Mulyawan Samad_

      Dalam fisiologi, *detoksifikasi* _(bahasa Inggris: detoxification, detox)_ adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.

  Jamak didapatkan bahwa selama proses detoksifikasi atau detoks itu, tubuh akan merasakan suatu *‘ketidakstabilan*’.
   Entah itu panas, meriang, lemas dan rasa lain yang tidak enak. 
  Sebagian orang yang merasakan efek ini lantas berfikir untuk menghentikan obat atau terapi yang diberlakukan kepadanya dengan pemahaman bahwa obat/terapi itu justru membuat tubuhnya bertambah rusak. 
  Sebagian yang lain bersikap pasrah saja dan berfikir ini adalah bagian integral dari sebuah proses penyembuhan.

  Untuk sebagian orang yang pertama, mereka bisa saja mencari alternatif penyembuhan yang lain, mungkin ganti dokter atau usaha yang lain untuk mendapatkkan kesembuhan yang mereka cari. 
  Yang dipertanyakan adalah, apakah orang itu mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya atau sudah melakukan konsultasi yang mendalam ke institusi kesehatan, dokter atau yang lainnya.
   Sayangnya sebagian besar; mungkin karena panik atau kecemasan yang berlebihan tidak berfikir panjang untuk hal ini.

   Dalam periode pemerintahannya, selain Nawacita, Jokowi-JK memperkenalkan jargon Revolusi Mental.
  Jargon ini lantas diimplementasikan di banyak sektor. 
  Sebutlah misalnya penyederhanaan perijinan, penghapusan dan pnyesuain regulasi, reformasi sistem pengadaan, pemakaian kandungan dalam negeri, pengetatan anggaran dan masih banyak lagi.  
  Perubahan-perubahan tersebut dilakukan secara menyeluruh dan dalam waktu yang cukup singkat. 
  Bisa dibayangkan negara ini sebagai sebuah sistem, tiba-tiba dijejali dengan begitu banyak perubahan dalam waktu cepat. 
  Efek pertama yang dirasakan adalah sebuah ketidaknyamanan.
   Kebiasaan selama puluhan tahun tiba-tiba harus berubah.

  Ya, *Jokowi-JK* hendak menghilangkan banyak hal yang terkait dengan pemborosan, potensi korupsi, ketidakdisiplinan, pemanfaatan sumber daya alam yang timpang dan yang semisalnya yang selama ini menyeret negara semakin jauh tertinggal dari negara lain. 
  Cara yang dilakukan memang tidak ada lagi yang lain walaupun akibatnya _(baca efek detoksnya)_ adalah banyaknya protes, ketidaknyamanan bahkan penolakan dari elemen masyarakat, pegawai negeri, swasta dan ini dia; partai politik!

  Kalau dicermati sebenarnya proses detoksifikasi ini juga dilakukan di periode pemerintahan sebelumnya. 
   Pengurangan subsidi BBM misalnya tidak hanya di lakukan di era Jokowi-JK.
   Namun seperti yang sudah dipaparkan di atas, pada periode Jokowi-JK, proses detoksifikasi ini begitu masif dilakukan dan menyentuh banyak sekali sektor.

  Tidak ada lagi didapatkan cerita mengenai kontraktor jalan yang harus mengemis sambil menyebarkan amplop-amplop berisi *‘you know what’* kepada *“you know who”* karena sistemnya sudah elektronik.
   Perizinan tidak lagi berbelit-belit, berputar-putar dari satu seksi atau departemen bahkan kementrian ke kementrian yang lain.
   Proses pengadaan semakin jauh dari iklim seperti kita masuk ke sebuah rimba raya yang hanya Tuhan yang tahu kapan kita bisa keluar dari dalamnya.
   Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak lagi melulu silau akan penanaman modal dari luar. 
  Masih banyak lagi kerumitan yang sudah menjadi BUDAYA bangsa ini yang ditabrak oleh proses detoksifkasi yang dilakukan oleh Jokowi-JK.

  Saya sengaja menulis ini karena sangat merasa terbantu.
   Sebagai pelaku  dalam bidang energi, khususnya pembangunan  fasilitas pertambangan mineral, minyak dan gas selama hampir 20 tahun di dalam dan luar negeri, saya dengan jelas bisa melihat perubahan dari mulai era sesaat sebelum kejatuhan Soeharto sampai sekarang.

  Dari segi jangka waktu lamanya sebuah proyek dilakukan secara keseluruhan, mulai dari visibility study sampai start-up, sebuah proyek kapital dengan biaya miliaran dollar bisa menghabiskan waktu sampai 10 tahunan bahkan lebih.

  Bisa dibandingkan dengan proyek yang baru saja kami kerjakan yang tepat waktu.
   Jangan tanya dengan biayanya.
   Jaman dahulu pembengkakan biaya adalah hal yang sangat lumrah. Bayangkan kerugian yang harus di tanggung negara waktu itu.

  Dari segi pengadaan, nah ini subyek yang favorit! Jangan tanyakan mengenai sistem yang dulu, anda dapat melakukan pembelian barang dengan telepon ataupun email!
   Langsung tanpa proses evaluasi atau yang lainnya.
   Walaupun lewat sistem, sulur-sulur gurita para mafia pengadaan sudah ada dimana-mana begitu mencium ada bau peluang duit disitu.
   Kalau anda coba-coba berurusan dengan mereka, tunggu saja surat peringatan turun, atau bahkan pemberhentian.
   Kandungan dalam negeri? 
  Itu hampir sebagai sebuah dongeng buat saya, sangat minim sumber daya kita yang terpakai.

  Bagaimana dengan perizinan? 
  Satu lagi rimba raya yang harus anda taklukkan; kerumitan proses, jangka waktu serta biaya yang harus anda keluarkan baik itu resmi atau tidak resmi. 
  Di masa Jokowi-JK , saya sempat berada dalam suat forum penyederhanaan perizinan dan sertifikasi dimana para pejabat negara yang terkait malah *‘berantem’* di depan kami hanya untuk mendapatkan cara yang paling mudah dan cepat supaya perizinan dan sertifkasi bisa diberikan! 
  Satu contoh saja; sertifikasi yang jumlahnya ratusan bahkan mendekati ribuan dalam sebuah proyek kapital, bisa disederhanakan menjadi kurang dari 10 jari tangan!
   Bagaimana dengan jangka waktu perizinan atau sertifikasi untuk dikeluarkan?
   Bagai bumi dan langit, jaman dulu kami harus sering-sering menghela nafas karena perizinan keluar seminggu, sehari bahkan setelah jadwal waktu pelaksanaan sebuah tahapan proyek dilakukan.
   Bayangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya stand-by dari kontraktor karena telatnya perizinan keluar.
   Sebuah biaya yang setelahnya juga akan dibebankan kepada negara lewat skema Cost Recovery.
   Di masa Jokowi-JK, kami mendapatkan perizinan keluar dari awal proyek, jauh sebelum kami melakukan tahapan proyek yang memerlukan perizinan tersebut.
   Ongkosnya? Nol!
   Semua kementerian seakan berlomba-lomba memberikan kami kemudahan.
   Memang masih didapatkan beberapa halangan yang memerlukan perbaikan, tapi dibanding pemerintahan terdahulu sudah sangat mengalami kemajuan pesat.

   Banyak lagi yang bisa saya ceritakan.
   Saya yakin banyak dari kita juga bisa bercerita hal yang lain terkait ini.
    Namun yang menarik adalah, bagaimana dengan efek detoksifikasi ini? Tentunya banyak pihak yang tidak nyaman karenanya. Mereka yang sudah menjadi instrument BUDAYA jaman dahulu yang sangat nyaman dengan lingkungan sistem terdahulu. Mereka yang dengan mudah mendapatkan tip, kemudahan atau semacamnya. Di manakah mereka semua sekarang? Saya serahkan pada anda semua untuk menilai dan membaca situasi sekarang. 

Yang pasti adalah, mereka tidak akan membiarkan keadaan ini berlanjut terus, mereka harus mengembalikan keadaan pada tempatnya semula. Obat atau terapi Revolusi Mental yang sudah diterapkan pemerintahan ini harus dihentikan. Mereka dan kroni-kroninya terlalu menderita dengan proses detoksifikasi ini. 
  Mereka tidak nyaman dengan sistem yang bersih yang menutup ruang mereka mendapatkan keuntungan.
   Jangan membahas kepentingan rakyat di depan mereka kecuali dalam bualan dan jargon-jargon saja.
   Intinya buat mereka, detoksifikasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jokowi-JK harus dihentikan! 

*Nah sekarang anda pilih yang mana?*
    Menjadi negara yang sehat dengan proses detoksifikasi ini atau kembali ke zaman dulu yang katanya *“lebih enak”* itu. 

#01SALAMJEMPOL 👍
#01JOKOWILAGI 👍
#01JOKOWIAMIN 👍
#01INDONESIAMAJU 👍

*SALAM JUJUR ITU INDAH*
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🇮🇩    *JOKOWI 2 PERIODE*  🇮🇩
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Periode Jokowi – sebuah cerita proses detoksifikasi Periode Jokowi – sebuah cerita proses detoksifikasi Reviewed by Lekry on Januari 08, 2019 Rating: 5

Jokowi App Diluncurkan, Rayakan Pemilu dengan Gembira

November 19, 2018


Masa kampanye adalah event pesta demokrasi, bukan peristiwa untuk menakut-nakuti rakyat. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir dalam peluncuran ‘Jokowi App’ di acara #01Fest, Epicentrum Walk, Jakarta, Sabtu, 17 November 2018.
“Aplikasi Jokowi App merupakan bagian dari program TKN untuk mendekatkan pasangan capres–cawapres Jokowi–Amin dengan rakyat. Dengan berita-berita di aplikasi ini, kita meluruskan banyak berita bohong yang beredar,” kata Erick.
Dipandu oleh host Arie Daginkz dan Thessa Kaunang, Erick bersama Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong mengajak masyarakat Indonesia beramai-ramai mengunduh aplikasi ‘Jokowi App’ dari Google PlayStore untuk ponsel Android masing-masing. “Untuk pengguna iOS, aplikasi ini bisa segera diunduh di App Store pada pekan depan,” ungkapnya.
Selain Erick dan Usman, hadir pula Bendahara TKN Sakti Wahyu Trenggono, Koordinator Pemenangan Pemilu Rully Chairul Azwar, Direktur Program dan Kampanye Aria Bima, Direktur Konten Fiki Satari, Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Ida Fauziah, Direktur Relawan Maman Imanul Haq, Wakil Direktur Saksi Lukman Edy dan lain-lain.
‘Jokowi App’ terdiri dari beberapa kanal, di antaranya ‘Lebih Dekat Jokowi’, ‘Lebih Dekat KH Ma’ruf Amin’, ‘Kerja Jokowi’, ‘Indonesia Maju’, ‘Sudut Pandang’ dan ‘Suaraku’.
Pada kanal ‘Suaraku’, para caleg, relawan, dan masyarakat luas dapat berkontribusi melalui fitur user generated content. Pengunduh aplikasi dapat memberikan informasi kegiatan,  masukan, maupun testimoni, baik dalam bentuk teks, meme maupun video.
Selain itu, aplikasi ini menyediakan pula game dan ruang interaktif yang memberikan poin, untuk ditukar dengan berbagai hadiah merchandise resmi ‘Jokowi-Amin’.
“Relawan harus satu dan solid untuk memperjuangkan pasangan nomor satu,” tegas Erick.
01Fest di Epicentrum Walk malam ini juga dipakai sebagai momen peluncuran merchandise resmi pasangan ‘Jokowi-Amin’. Pengunjung acara antusias menyerbu Lapak01 tempat penjualan jaket, kaos, sepatu, mug, topi dan berbagai merchandise resmi ‘Jokowi-Amin’.
“Yang jelas merchandise kita keren, tak kalah dengan merchandise Asian Games,” kata Erick Thohir, yang sebelumnya dikenal sukses sebagai Ketua INASGOC, panitia penyelenggara Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Senada dengan Erick, Direktur Program TKN, Aria Bima menegaskan, baik Jokowi App maupun merchandise paslon nomor urut 01 memang dikemas bergaya milenial.
“Alat peraga ini dikesankan milenial. Minimal milenial suka, tapi yang tua kayak saya pun tidak takut menampilkannya, bahkan menambah kemudaan saya,” kata Aria Bima.
Politisi PDI Perjuangan ini melanjutkan, TKN menggunakan survei untuk menentukan model yang paling disukai anak muda. “Yang jelas, yang paling disukai dari seluruh simbol ini adalah #01 yang warna-warni. Ini menggambarkan keberagaman yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Jadi, tunggu apalagi? Segera unduh aplikasi ‘Jokowi App’ di ponsel Anda dan temukan kegembiraan politik dalam masa kampanye Pemilu yang menyatukan Indonesia!

 (Sumber : jokowidodo.app/post/detail/jokowi-app-diluncurkan-rayakan-pemilu-dengan-gembira)
Jokowi App Diluncurkan, Rayakan Pemilu dengan Gembira Jokowi App Diluncurkan, Rayakan Pemilu dengan Gembira Reviewed by Lekry on November 19, 2018 Rating: 5

Presiden Tiba di Papua Nugini untuk Hadiri KTT APEC

November 17, 2018


Udara cerah di Bandar Udara Internasional Jackson, Port Moresby, Papua Nugini menyambut kedatangan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 15 menit dari Bandar Udara Internasional Mopah, Merauke, Provinsi Papua, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 mendarat pukul 10.35 waktu setempat (WS) atau 7.35 WIB.

Di bandara, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Kepala Protokol Negara Papua Nugini Morea Veratau, Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Charles Kauvu Abel, Menteri Pertanahan dan Tata Ruang (Menteri APEC) Justin Tkatchenko, Gubernur National Capital District Powes Parkop, dan Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik beserta Ibu Ratna Dewi Manurung.

Sementara itu, Ibu Iriana menerima bunga tangan yang diserahkan oleh dua putra dan putri Papua Nugini. Sebelum memasuki kendaraan yang disiapkan, Presiden dan Ibu Iriana disambut tarian selamat datang.

Dari bandara, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan langsung menuju hotel tempat menginap selama berada di Papua Nugini.



Tiba di hotel, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh masyarakat Indonesia yang mengibarkan bendera tangan. Di sini, Ibu Iriana menerima bunga tangan yang diserahkan oleh dua anak putra dan putri Indonesia.

Tampak menyambut Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Port Moresby, 17 November 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
Presiden Tiba di Papua Nugini untuk Hadiri KTT APEC Presiden Tiba di Papua Nugini untuk Hadiri KTT APEC Reviewed by Lekry on November 17, 2018 Rating: 5

Usai Hadiri KTT ke-33 ASEAN di Singapura, Presiden Jokowi Lanjutkan Agenda ke Merauke

November 16, 2018

Usai lawatan ke Singapura untuk menghadiri KTT ke-33 ASEAN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju Merauke, Provinsi Papua.
Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan lepas landas dari Bandara Udara Internasional Changi Singapura, Kamis (15/11) pukul 18.50 waktu setempat (WS).
Tiba di Bandar Udara Internasional Mopah, Merauke, Provinsi Papua, Jumat (16/11) pada pukul 01.20 WIT, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin, dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.
Juga turut menyambut di bandara Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya.
Dari bandara, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan langsung menuju hotel tempat menginap selama berada di Merauke untuk melanjutkan kunjungan kerja pada esok harinya.
Turut serta mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Merauke antara lain, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati. (BPMI/EN)

Usai Hadiri KTT ke-33 ASEAN di Singapura, Presiden Jokowi Lanjutkan Agenda ke Merauke Usai Hadiri KTT ke-33 ASEAN di Singapura, Presiden Jokowi Lanjutkan Agenda ke Merauke Reviewed by Lekry on November 16, 2018 Rating: 5

Bahas Ekonomi, Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Shinzo Abe

November 16, 2018


Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela rangkaian pertemuan ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura. Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit tersebut, Presiden memfokuskan pembahasan pada kerja sama ekonomi dengan Jepang.

Indonesia dan Jepang diketahui telah melakukan kerja sama seperti di bidang infrastruktur yang terus berjalan hingga kini. Moda Raya Terpadu Jakarta merupakan salah satu proyek kerja sama yang dilakukan kedua negara.

"MRT Fase I akan selesai Maret 2019. Groundbreaking MRT Fase II juga akan dilakukan berdekatan dengan waktu tersebut," kata Presiden.

Selain tu, Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinan terhadap kebijakan Jepang mengenai Kelapa sawit, terkait sertifikasi.  Presiden mengatakan bahwa Indonesia telah menerapkan sertifikasi ISPO dan berharap agar sertifikasi ini dapat diterima atau diperkuat.

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan harapan kiranya Jepang dapat memberikan fleksibilitas dalam perundingan peninjauan menyeluruh Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan juga Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement ( RCEP) agar perundingan dapat segera diselesaikan.

Ke depan, Indonesia melihat sejumlah potensi kerja sama yang dapat dijalankan dengan pemerintah Jepang. Di antaranya ialah investasi dan pengembangan mobil listrik dan baterai lithium, pengembangan industri pariwisata di kawasan "10 Bali Baru", serta kerja sama kemaritiman.

"Saya ingin mengajak Yang Mulia untuk bersama-sama mendorong hal-hal tersebut dengan memanfaatkan momentum dan semangat 60 tahun perayaan hubungan bilateral kita," tandasnya.


Singapura, 15 November 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
Bahas Ekonomi, Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Shinzo Abe Bahas Ekonomi, Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Shinzo Abe Reviewed by Lekry on November 16, 2018 Rating: 5

Indonesia Ajak Amerika Serikat Kerja Sama Ekonomi Saling Menguntungkan

November 15, 2018


Hubungan kerja sama antara ASEAN dan Amerika Serikat yang telah terjalin selama ini sangatlah produktif bagi kedua pihak. Nilai perdagangan dan investasi keduanya juga meningkat dari tahun ke tahun.

Saat memberikan pernyataan pada KTT ke-6 ASEAN-AS di Suntec Convention Centre, Singapura, pada Kamis, 15 November 2018, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kerja sama ASEAN dan Amerika Serikat selama ini lebih dari sekadar perhitungan surplus dan defisit perdagangan.

"Kerja sama ASEAN-AS bukanlah zero sum game, tapi saling menguntungkan, win-win. Nilai kerja sama ekonomi kita lebih dari sekadar surplus dan defisit perdagangan," ucapnya.

Selama satu dekade terakhir, ekspor barang dan jasa Amerika Serikat ke ASEAN meningkat kurang lebih 81 persen. Aktivitas perdagangan itu telah menciptakan lebih dari 550 ribu lapangan pekerjaan di Amerika Serikat dan lebih dari 3.000 perusahaan Amerika Serikat beroperasi di negara-negara ASEAN.

"Sebaliknya, investasi ASEAN di Amerika Serikat juga meningkat 1.000 persen. Dari USD2,3 miliar di tahun 2004 menjadi lebih dari USD26 miliar di tahun 2015," ungkap Presiden.

Lebih jauh, Presiden Jokowi menerangkan bahwa ekonomi ASEAN diperkirakan akan tumbuh sebanyak 5 persen tiap tahunnya. Dengan itu, ASEAN akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia di tahun 2050 setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Melihat hal itu, Presiden mengajak Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama ekonominya dengan negara-negara ASEAN sebagaimana yang telah terjalin baik selama ini.

"Untuk itu, marilah kita perkuat sistem perdagangan yang telah kita bangun bersama yang bebas, adil, dan inklusif," ujarnya.

Menurutnya, masing-masing pihak tidak dapat berpaling dari pendekatan dan kerja sama ini. Hubungan dan kerja sama yang telah berjalan terbukti membawa kemajuan bagi seluruh pihak: rakyat ASEAN dan Amerika Serikat, serta masyarakat dunia.

Singapura, 15 November 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
Indonesia Ajak Amerika Serikat Kerja Sama Ekonomi Saling Menguntungkan Indonesia Ajak Amerika Serikat Kerja Sama Ekonomi Saling Menguntungkan Reviewed by Lekry on November 15, 2018 Rating: 5

Presiden Jokowi: Tingkatkan Kerja Sama Maritim

November 15, 2018

Kerja sama maritim harus ditingkatkan untuk memastikan terwujudnya keamanan maritim, sehingga dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat perdamaian dan stabilitas. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam ASEAN-India Informal Breakfast Summit yang digelar di Suntec Convention Centre, Singapura, pada Kamis 15 November 2018.

"Indonesia, ASEAN, dan India memiliki _shared vision_ kerja sama maritim dengan menekankan upaya untuk memperkuat investasi dan perdagangan, menjaga keberlanjutan sumber daya laut, dan meningkatkan keamanan maritim," ujar Presiden.

Presiden meyakini bahwa semua upaya tersebut bisa dicapai bila kita memperkuat kawasan Indo-Pasifik yang mengedepankan kerja sama maritim, konektivitas, dan pembangunan berkelanjutan, bukan mengedepankan persaingan.

"Kerja sama maritim adalah kunci utama kemitraan ASEAN-India. Laut yang aman adalah _common destiny_ kita," tutur Presiden.

Melalui kerja sama Indo-Pasifik, lanjut Presiden, kemitraan ASEAN-India akan semakin erat.

"ASEAN-India akan terus tumbuh lebih sejahtera, dan ASEAN-India dapat terus berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan," kata Kepala Negara.

Dalam pertemuan tersebut, selain dihadiri oleh kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN, juga dihadiri oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.


Singapura, 15 November 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
Presiden Jokowi: Tingkatkan Kerja Sama Maritim Presiden Jokowi: Tingkatkan Kerja Sama Maritim Reviewed by Lekry on November 15, 2018 Rating: 5

Diberdayakan oleh Blogger.